
Rejasa (Elaeocarpus Grandiflorus J.E. Smith)
Keberlanjutan dan kearifan lokal adalah faktor penting dalam konstruksi lanskap, bukan sekadar nilai tambahan. SBU Nawakarya memiliki tujuan yang lebih dalam: menghidupkan kembali tanaman endemik yang berharga, salah satunya adalah pohon Rejasa (Elaeocarpus grandiflorus J.E. Smith). Ini dilakukan di tengah maraknya penggunaan tanaman hias generik di berbagai proyek lanskap.
Rejasa: Flora Langka yang Sarat Makna
Rejasa adalah flora identitas Kota Salatiga yang memiliki nilai estetika dan simbolik yang tinggi. Pohon ini sekarang sangat langka, sayangnya. Sebagai hasil dari penelusuran di berbagai nursery, ternyata Rejasa sulit ditemukan dan bahkan hampir tidak tersedia. Kelangkaan ini menunjukkan pentingnya konservasi dan nilainya.
Dalam kajian Rahayu (2018), disebutkan bahwa Rejasa memiliki potensi besar sebagai elemen lanskap karena bentuk daunnya yang unik, bunga yang eksotik, serta filosofi lokal yang melekat padanya. Sementara dalam jurnal “Analisis Estetika Motif Batik Selotigo” disebutkan bahwa Rejasa bahkan menjadi inspirasi motif batik khas Salatiga—menunjukkan betapa dalamnya keterkaitan antara flora ini dengan identitas budaya.
Karakteristik Botani Rejasa (Elaeocarpus grandiflorus)
| Kategori | Deskripsi |
| Nama Lokal | Anyang-anyang/ Rejasa |
| Family | Elaeocarpaceae |
| Tipe Tanaman | Pohon tinggi |
| Bentuk Tajuk | Piramidal |
| Ketinggian Tumbuh | Dataran rendah hingga dataran tinggi |
| Kelembaban | Sedang |
| Penyinaran | Langsung |
| Kebutuhan Air | Intensif |
| Warna Bunga | Pink, Putih |
| Warna Daun | Hijau |
| Perbanyakan | Biji, cangkok |
| Kecepatan Tumbuh | Menengah |
| Fitur Lanskap | Tanaman hias bunga |
Klasifikasi Ilmiah
- Divisi: Tracheophyta
- Subdivisi: Spermatophytina
- Klad: Angiospermae → mesangiosperms → eudicots → core eudicots → Superrosidae → rosids → fabids
- Ordo: Oxalidales
- Famili: Elaeocarpaceae
- Genus: Elaeocarpus
- Spesies: Elaeocarpus grandiflorus J.E. Smith
Integrasi Rejasa dalam Proyek Lanskap
Sebagai perusahaan lanskap dan konstruksi, SBU Nawakarya melihat potensi Rejasa bukan hanya sebagai pohon pelindung atau penghias taman, tapi juga sebagai elemen storytelling lanskap yang kuat. Ditanam di area taman kota, kampus, gedung pemerintahan, hingga ruang publik, Rejasa memperkuat identitas lokal sambil mendukung konservasi tanaman langka.
Langkah Kolaboratif: Konservasi dan Edukasi
Untuk membudidayakan Rejasa, SBU Nawakarya mengajak mitra pengembang, pemerintah daerah, dan komunitas pegiat lanskap dan tanaman endemik untuk bekerja sama. Penyemaian bibit, kerja sama dengan balai benih, dan program CSR penanaman pohon identitas adalah beberapa cara upaya konservasi dapat dilakukan.
Kami percaya bahwa setiap lanskap menciptakan ruang dan menyampaikan cerita, dan Rejasa adalah kisah yang patut diingat. .
Mari wujudkan lanskap yang bukan hanya indah, tapi juga bermakna. Bersama SBU Nawakarya, Rejasa hidup kembali.




Leave a Reply